Persiapan menghadapi Uji Kompetensi (Ukom) Analis Kesehatan / ATLM tahun ini sudah berjalan? Sebagai calon tenaga kesehatan profesional di bidang laboratorium medis, penguasaan ilmu klinik laboratorium, prosedur pemeriksaan yang akurat, serta etika dan hukum kesehatan merupakan keharusan mutlak. Uji Kompetensi Analis Kesehatan / ATLM dirancang untuk menguji kedua aspek tersebut secara komprehensif dan aplikatif. Tanpa pemahaman yang mendalam terhadap karakteristik soal, pola kasus klinis, serta strategi manajemen waktu, peserta ujian berpotensi mengalami kesulitan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan berbasis kasus yang kompleks dan integratif.
Oleh karena itu, latihan soal menjadi metode belajar yang sangat direkomendasikan oleh para pakar pendidikan kesehatan. Dalam artikel ini, kami menyajikan bank soal UKOM Analis Kesehatan / ATLM yang disusun sesuai dengan kisi-kisi terbaru beserta kunci jawaban dan penjelasan singkat. Tujuannya adalah untuk memberikan gambaran nyata tentang tantangan yang akan dihadapi, sekaligus memberikan solusi penyelesaian soal agar Anda siap tempur dan meraih hasil optimal di hari H ujian berlangsung.
Format: Setiap soal disusun mirip pola UKOM resmi (skenario + pertanyaan prosedural/interpretasi).
Distribusi: Hematologi (4), Kimia Klinik (4), Parasitologi & Mikologi (4), Bakteriologi (4), Sitohistoteknologi (3), Imunoserologi (3), Toksikologi Klinik (3).
### HEMATOLOGI
Soal 1
Seorang ATLM melakukan pemeriksaan hitung leukosit manual menggunakan larutan Turk. Setelah dihitung, jumlah leukosit yang diperoleh adalah 12.500/mm³. Larutan Turk berfungsi untuk…
A. Melisis eritrosit
B. Melisis trombosit
C. Mewarnai granula neutrofil
D. Mengawetkan leukosit
E. Melarutkan hemoglobin
Soal 2
Seorang pasien dengan diagnosis DIC. ATLM melakukan pemeriksaan waktu pembekuan menggunakan metode Lee-White. Hasil yang diharapkan adalah…
A. Memperpanjang waktu pembekuan
B. Memperpendek waktu pembekuan
C. Waktu pembekuan normal
D. Tidak terbentuk bekuan sama sekali
E. Hanya terbentuk bekuan kecil
Soal 3
Pada pemeriksaan hapusan darah tepi, ditemukan sel dengan inti berlekuk dalam, sitoplasma bergranula halus, dan jumlahnya meningkat. Sel tersebut kemungkinan besar adalah…
A. Limfosit
B. Monosit
C. Eosinofil
D. Basofil
E. Neutrofil
Soal 4
Antikoagulan yang paling tepat untuk pemeriksaan laju endap darah (LED) adalah…
A. EDTA
B. Natrium sitrat 3,8%
C. Heparin
D. Kalium oksalat
E. ACD
### KIMIA KLINIK
Soal 5
Seorang ATLM melakukan pemeriksaan glukosa darah puasa menggunakan metode enzimatik (glukosa oksidase). Reaksi yang terjadi menghasilkan zat berwarna yang diukur pada panjang gelombang…
A. 450 nm
B. 505 nm
C. 540 nm
D. 620 nm
E. 700 nm
Soal 6
Hasil pemeriksaan fungsi hati menunjukkan AST 250 U/L dan ALT 120 U/L. Rasio AST/ALT > 2 mengarah pada diagnosis…
A. Hepatitis viral akut
B. Sirosis hati alkoholik
C. Obstruksi saluran empedu
D. Kanker hati
E. Hepatitis autoimun
Soal 7
Pada pemeriksaan kreatinin serum menggunakan metode Jaffe, zat yang dapat mengganggu (interfere) dan menyebabkan hasil palsu tinggi adalah…
A. Bilirubin
B. Asam askorbat
C. Glukosa
D. Ketona
E. Hemoglobin
Soal 8
Pemeriksaan bilirubin total dan langsung dilakukan dengan metode…
A. Jendrassik-Grof
B. Malloy-Evelyn
C. Watson-Schwartz
D. Ehrlich
E. Benedict
### PARASITOLOGI & MIKOLOGI
Soal 9
Pada pemeriksaan filaria di nyamuk Anopheles, ditemukan larva yang gemuk, pendek, dan tubuhnya lebih lebar. Larva tersebut berada pada stadium…
A. Stadium 1
B. Stadium 2
C. Stadium 3
D. Stadium 4
E. Stadium 5
Soal 10
Seorang pasien dengan diare kronis. Pada pemeriksaan tinja ditemukan tropozoit dengan sitoplasma bergranula kasar, inti satu dengan kariosom sentral, dan mengandung eritrosit. Parasit tersebut adalah…
A. Entamoeba coli
B. Entamoeba histolytica
C. Giardia lamblia
D. Balantidium coli
E. Cryptosporidium sp.
Soal 11
Pada pemeriksaan mikologi, ditemukan hifa septat bercabang 45 derajat pada sediaan KOH. Jamur yang paling mungkin adalah…
A. Candida albicans
B. Aspergillus sp.
C. Mucor sp.
D. Rhizopus sp.
E. Cryptococcus neoformans
Soal 12
Cacing yang telurnya berbentuk oval dengan tutup di salah satu ujung (operculum) adalah…
A. Ascaris lumbricoides
B. Trichuris trichiura
C. Enterobius vermicularis
D. Clonorchis sinensis
E. Necator americanus
### BAKTERIOLOGI
Soal 13
Seorang ATLM melakukan pewarnaan Gram pada sputum mukopurulen. Ditemukan bakteri Gram negatif berbentuk batang pendek, bipolar staining. Kemungkinan besar bakteri tersebut adalah…
A. Escherichia coli
B. Klebsiella pneumoniae
C. Pseudomonas aeruginosa
D. Yersinia pestis
E. Haemophilus influenzae
Soal 14
Pada pemeriksaan kultur darah, koloni berwarna hitam pada media Bile Esculin Agar menunjukkan…
A. Streptococcus pyogenes
B. Enterococcus faecalis
C. Staphylococcus aureus
D. Streptococcus pneumoniae
E. Escherichia coli
Soal 15
Pewarnaan yang digunakan untuk mendeteksi bakteri berspora adalah…
A. Gram
B. Ziehl-Neelsen
C. Albert
D. Loeffler
E. Endospora (malachite green)
Soal 16
Spesimen urine dengan jumlah leukosit > 10/LPF dan bakteri > 10^5 CFU/mL menunjukkan…
A. Kontaminasi
B. Infeksi saluran kemih
C. Normal flora
D. Glomerulonefritis
E. Bakteriuria asimtomatik
### SITOHISTOTEKNOLOGI
Soal 17
Jaringan biopsi yang baru diambil harus segera difiksasi dengan larutan…
A. Formalin 10% netral buffered
B. Alkohol absolut
C. Bouin
D. Zenker
E. Carnoy
Soal 18
Pewarnaan standar untuk sediaan histologi yang menunjukkan inti biru dan sitoplasma merah muda adalah…
A. Wright-Giemsa
B. Hematoksilin-Eosin (H&E)
C. PAS
D. Ziehl-Neelsen
E. Masson Trichrome
Soal 19
Artefak “shrinkage” pada jaringan histologi paling sering disebabkan oleh…
A. Fiksasi terlalu lama
B. Dehidrasi yang terlalu cepat
C. Clearing agent yang salah
D. Embedding suhu terlalu rendah
E. Pewarnaan terlalu kuat
### IMUNOSEROLOGI
Soal 20
Pemeriksaan Widal untuk diagnosis demam tifoid paling sensitif pada minggu ke…
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5
Soal 21
Metode yang paling tepat untuk screening HIV secara cepat di laboratorium adalah…
A. ELISA
B. Western Blot
C. Rapid test (kombinasi antigen-antibodi)
D. PCR
E. Immunofluorescence
Soal 22
Pada pemeriksaan rheumatoid factor (RF), hasil positif paling sering ditemukan pada penyakit…
A. Lupus eritematosus sistemik
B. Rheumatoid arthritis
C. Sindrom Sjögren
D. Skleroderma
E. Semua benar
### TOKSOLOGI KLINIK
Soal 23
Spesimen urine pasien yang dicurigai overdosis obat-obatan terlarang (narkoba) harus dilakukan pemeriksaan dengan metode…
A. Kromatografi gas
B. Immunoassay (CEDIA/EMIT)
C. Spektrofotometri
D. Titrasi
E. Kultur
Soal 24
Keracunan paracetamol akut ditandai dengan peningkatan kadar…
A. AST dan ALT
B. Kreatinin
C. Urea
D. Bilirubin indirek
E. Glukosa
Soal 25
Terapi antidotum untuk keracunan organofosfat adalah…
A. Atropin + Pralidoksim
B. N-acetylcysteine
C. Flumazenil
D. Nalokson
E. Vitamin K
---
KUNCI JAWABAN & PENJELASAN SINGKAT
(Disusun untuk membantu belajar mendalam + konteks klinis)
Hematologi
1. A – Larutan Turk melisis eritrosit agar leukosit mudah dihitung.
2. A – DIC menyebabkan konsumsi faktor pembekuan → waktu pembekuan memanjang.
3. B – Ciri khas monosit (nukleus kidney-shaped + granula halus).
4. B – Natrium sitrat 3,8% standar Westergren untuk LED.
Kimia Klinik
5. B – Metode GO/POD menghasilkan quinoneimine merah, diukur 505 nm.
6. B – Rasio AST/ALT >2 khas alkoholik liver disease.
7. E – Hemoglobin (dan bilirubin) mengganggu reaksi Jaffe.
8. A – Jendrassik-Grof adalah metode standar modern bilirubin.
Parasitologi & Mikologi
9. B – Stadium 2 (L2) filaria: gemuk, pendek, tubuh lebar (pre-infektif).
10. B – Entamoeba histolytica (ingested RBC = patogen).
11. B – Aspergillus: hifa septat acute-angle branching 45°.
12. D – Clonorchis sinensis (operculated egg).
Bakteriologi
13. E – Haemophilus influenzae: Gram negatif coccobacillus bipolar.
14. B – Enterococcus positif bile esculin.
15. E – Pewarnaan endospora (malachite green + safranin).
16. B – Kriteria diagnostik UTI (Kass count).
Sitohistoteknologi
17. A – Formalin 10% NBF adalah fiksatif universal.
18. B – H&E standar histopatologi.
19. B – Dehidrasi terlalu cepat menyebabkan shrinkage artefak.
Imunoserologi
20. B – Minggu ke-2 titer O & H mulai naik.
21. C – Rapid test 4th generation (Ag+Ab) untuk screening cepat.
22. B – RF paling sensitif pada RA (70-80%).
Toksikologi Klinik
23. B – Immunoassay adalah metode screening pertama (cepat & murah).
24. A – Hepatotoksik → transaminase naik drastis (ALT/AST).
25. A – Atropin + Pralidoksim adalah antidotum spesifik organofosfat.
Soal-soal ini sudah disesuaikan dengan blueprint UKOM ATLM 2023-2025 (persentase kelompok pemeriksaan & domain kompetensi). Cocok untuk latihan lengkap + pembahasan mendalam. Kalau butuh versi PDF, penjelasan lebih detail, atau tambahan 25 soal lagi, langsung bilang ya! Semangat persiapan UKOM-nya!